Social

Humaneer

Humaneer Anabatic Technologies

Gambaran Program

Keberlanjutan tidak hanya dibangun melalui kebijakan dan strategi, tetapi juga melalui peran aktif setiap individu di dalam organisasi. Keberlanjutan yang sesungguhnya tercipta ketika diwujudkan melalui tindakan nyata dan konsisten. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, sebuah inisiatif dihadirkan untuk membuka ruang bagi karyawan untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang berdampak positif bagi aspek sosial dan lingkungan serta selaras dengan prinsip keberlanjutan perusahaan. 

 

Sebagai wujud implementasi dari komitmen tersebut, PT Anabatic Technologies Tbk menghadirkan Humaneer. Humaneer berasal dari gabungan kata Human dan Pioneer yang menggambarkan individu yang secara konsisten mengambil langkah sadar untuk berkontribusi positif bagi sesama dan lingkungan. Melalui program ini, perusahaan mengajak karyawan untuk terlibat aktif dalam kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR), baik yang diselenggarakan internal perusahaan maupun inisiatif lain yang sejalan dengan nilai dan prinsip keberlanjutan, serta memastikan setiap kontribusi tersebut tercatat, tervalidasi, dan diapresiasi secara berkelanjutan. 

Latar Belakang

Di era transformasi digital, perusahaan teknologi tidak hanya dituntut untuk berinovasi, tetapi juga memastikan operasional yang berkelanjutan. Penerapan ESG menjadi fondasi penting untuk membangun kepercayaan klien, investor, dan masyarakat serta mendukung pertumbuhan jangka panjang. Partisipasi aktif karyawan menjadi penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, ramah lingkungan, dan berdampak positif bagi masyarakat serta bumi.

Visi

Anabatic Technologies berkomitmen menjadi perusahaan teknologi yang unggul secara global dengan prinsip Environment, Social, dan Governance (ESG) sebagai landasan dalam menjalankan strategi bisnis, pengambilan keputusan dan operasional perusahaan 

Misi

Komitmen tersebut, kami wujudkan melalui langkah-langkah berikut.

  1. Mengimplementasikan ESG secara terukur dan terintegrasi dalam operasional serta tata Kelola Perusahaan   
  2. Mendorong peran aktif karyawan melalui partisipasi dalam berbagai kegiatan sosial dan ramah lingkungan 
  3. Menghadirkan dampak nyata dan nilai jangka Panjang bagi pemangku kepentingan dan bumi. 

Kami menargetkan menjadi perusahaan teknologi yang unggul dan berdaya saing global dengan menjadikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai fondasi strategi bisnis dan pengambilan keputusan. Untuk mencapainya, kami mengimplementasikan ESG secara terukur dan terintegrasi dalam operasional serta tata kelola perusahaan, mendorong partisipasi aktif setiap individu dalam kegiatan sosial dan ramah lingkungan, serta menumbuhkan tanggung jawab bersama untuk menghadirkan dampak nyata dan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan dan bumi.

Tiurida Hutabarat

Division Head of Corporate Human Capital​

Assessment Indicators

INDIKATOR VERIFIKASI HUMANEER 2026 

Indikator ini digunakan sebagai acuan penilaian dan verifikasi awal kegiatan sosial dan lingkungan dalam program Humaneer.

Read More

Struktur Indikator Verifikasi:

A. Indikator Strategis Perusahaan (Corporate & Governance Level)

(“Apakah kegiatan ini layak diakui oleh perusahaan?”)

1. Kepatuhan terhadap Hukum, Etika, Nilai Perusahaan dan Bebas Konflik Kepentingan

Kegiatan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, norma sosial, dan nilai perusahaan, serta bebas dari konflik kepentingan pribadi maupun afiliasi tertentu. Kegiatan ini, tidak mengandung unsur kekerasan, diskriminasi, atau tindakan yang bertentangan dengan prinsip inklusivitas dan keharmonisan sosial.

2. Diselenggarakan atau Difasilitasi oleh Institusi Resmi

Kegiatan diselenggarakan atau difasilitasi oleh institusi atau komunitas dengan tujuan sosial atau lingkungan yang jelas serta memiliki penanggung jawab kegiatan yang dapat diidentifikasi.

3. Bersifat Non-Komersial

Kegiatan tidak bertujuan untuk promosi, penjualan, maupun keuntungan komersial pribadi dan/atau perusahaan, kecuali dalam batas kewajaran sebagai identitas penyelenggara kegiatan sosial.

 

B. Indikator Strategi CSR Perusahaan (CSR Strategic Alignment Level)

(“Apakah kegiatan ini dilakukan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan sosial?”)

4. Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Kegiatan mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan relevan dengan minimal satu tujuan SDGs yang dapat diidentifikasi oleh Tim CSR.

5. Memberikan Dampak Sosial dan/atau Lingkungan

Kegiatan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan/atau lingkungan serta mendukung upaya keberlanjutan sosial dan/atau lingkungan.

C. Indikator Kesadaran Risiko dan Tanggung Jawab Pribadi (Safety & Risk Consideration Level)

(“Apakah kegiatan ini dilaksanakan secara aman dan bertanggung jawab?”)

6. Kesadaran Risiko dan Tanggung Jawab Pribadi

Partisipasi karyawan dalam kegiatan sosial dan lingkungan di luar program resmi perusahaan bersifat sukarela dan umumnya merupakan inisiatif pribadi. Dalam pelaksanaannya, peserta diharapkan mempertimbangkan aspek keselamatan dan potensi risiko yang mungkin timbul selama kegiatan berlangsung. Kegiatan yang diinisiasi secara pribadi berada di luar ruang lingkup penugasan resmi perusahaan. Meskipun demikian, karyawan tetap diharapkan berpartisipasi secara bertanggung jawab serta menjaga nama baik dan reputasi perusahaan.

D. Indikator Partisipasi Karyawan (HR & Engagement Level)

(“Apakah partisipasi karyawan dalam kegiatan ini nyata, aktif, dan adil untuk dinilai?”)

7. Partisipasi Aktif dan Inklusif

Karyawan berpartisipasi secara aktif dan langsung dalam kegiatan. Kegiatan bersifat inklusif dan tidak membatasi partisipasi berdasarkan latar belakang, kondisi fisik, jabatan, atau unit kerja, sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku.

8. Dilaksanakan dalam Waktu dan Kapasitas yang Wajar

Kegiatan dilaksanakan dalam durasi dan kapasitas yang wajar serta tidak mengganggu pelaksanaan tugas dan tanggung jawab utama karyawan.

 

E. Indikator Verifikasi & Akuntabilitas (Operational Verification Level)

(“Apakah partisipasi dalam kegiatan ini dapat diverifikasi dan dipertanggungjawabkan?”)

9. Terdokumentasi Secara Resmi

Partisipasi volunteer didukung oleh dokumentasi yang dapat diverifikasi dan relevan dengan kegiatan seperti foto, video, sertifikat, atau surat keterangan sebagai bukti keterlibatan karyawan.

Insights