Anabatic Technologies terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan. Salah satu aksi nyatanya adalah melalui kegiatan Pasukan Semut yang turut mendukung pelaksanaan Titan Run 2026. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendorong kebiasaan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan sekaligus mengajak Anabatician, sebutan untuk karyawan Anabatic Technologies, untuk turut berperan dalam menjaga kebersihan di sekitar.
Urgensi menjaga lingkungan semakin nyata, khususnya di wilayah perkotaan seperti Tangerang. Pada Februari 2026, Pemkot Tangerang menyebut timbunan sampah Kota Tangerang mencapai 1.862,6 ton per hari dan pemerintah tengah mempersiapkan program pengelolaan sampah berkelanjutan bersama pemerintah pusat.
Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari tanah, air, dan udara, menyumbat saluran air dan meningkatkan risiko banjir, serta menciptakan kondisi yang mendukung penyebaran penyakit. Di sisi lain, sampah yang seharusnya masih dapat didaur ulang atau diolah juga berpotensi terbuang begitu saja dan menambah beban TPA.
Data karakteristik sampah Kota Tangerang pada tahun 2025 menunjukkan 57,65% merupakan sisa makanan, disusul kertas sebesar 13,18%. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari sumber sehingga tidak seluruhnya berakhir di TPA.
Karena itu, pengelolaan sampah perlu dimulai dari hal sederhana dan dilakukan bersama. Melalui Pasukan Semut, Anabatic Technologies ingin menunjukkan bahwa kontribusi terhadap lingkungan dapat dimulai dari lingkungan kerja dan kegiatan sehari-hari. Pemilahan, pengurangan, dan pengolahan sampah menjadi langkah kecil yang jika dilakukan secara konsisten dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengumpulan sampah, tetapi juga pada proses pemilahan dan pengolahan agar sampah dapat dikelola secara lebih bertanggung jawab. Dari area acara, terkumpul 335 kantong sampah dengan total berat 4.370 kg, yang kemudian dipilah berdasarkan jenisnya untuk menentukan proses pengelolaan selanjutnya.
Hasil pemilahan menunjukkan bahwa sekitar 55% merupakan sampah anorganik yang dapat dimanfaatkan kembali, seperti botol plastik, kardus, dan kertas, sementara 25% merupakan sampah organik dan 20% merupakan residu. Dari proses tersebut, 2.404 kg sampah anorganik berhasil disalurkan ke industri daur ulang. Sementara itu, sampah organik juga dimanfaatkan melalui proses pengomposan dan sebagai pakan ikan. Upaya ini berhasil menekan sampah yang diteruskan ke TPA menjadi 874 kg, atau sekitar 20% dari total sampah yang terkumpul.
Sebagai bagian dari penerapan prinsip circular economy, hasil pengolahan sampah organik juga menghasilkan pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan kembali. Sebanyak 15 karung pupuk kompos masing-masing seberat 5 kg sudah diterima dan disalurkan untuk mendukung penghijauan di area Graha Anabatic sekaligus diberikan kepada volunteer Pasukan Semut sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka. Langkah ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak berhenti pada proses pembuangan tetapi dapat menghasilkan manfaat baru bagi lingkungan.
Inisiatif ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12, Responsible Consumption and Production, melalui pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab, serta mendukung SDG 13, Climate Action, dengan mengurangi sampah yang berakhir di TPA.
Ke depan, Anabatic Technologies akan terus mengimbau seluruh Anabatician untuk menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan, mulai dari kebiasaan sederhana seperti memilah dan membuang sampah sesuai jenisnya. Karena menjaga kelestarian bumi bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi komitmen yang dapat kita wujudkan bersama melalui tindakan kecil yang konsisten.
The post Pasukan Semut, Langkah Nyata Anabatic Technologies untuk Lingkungan Berkelanjutan appeared first on PT Anabatic Technologies Tbk.


